5 Hal Untuk Menghindari Penipuan Investasi Online

Perkembangan dunia internet yang sangat pesat, secara langsung telah memberi dampak positif bagi dunia investasi. Karena dengan adanya internet, investor bisa dengan mudah memperoleh sumber informasi yang dapat digunakan untuk meneliti, menganalisa investasi dan perdagangan efek yang sebelumnya kita lakukan dengan cara-cara konvensional.

Akan tetapi, sangat disayangkan karena kurangnya aturan yang berfungsi untuk melindungi investor dari perangkap penipuan investasi online itu sendiri, para penipu berkedok tawaran investasi secara leluasa dapat dengan mudah menjebak korbannya.

Kalau sebelumnya kita telah membahas tentang beberapa skema dan jenis-jenis penipuan investasi online, kali ini kita akan mengulas mengenai cara menghindari penipuan investasi online yang semakin hari semakin mengkhawatirkan. Nah, berikut ini 5 cara pencegahan agar kita tidak menjadi korban penipuan investasi di internet :

1. Selalu Waspada

Sekarang ini, hampir setiap orang bisa membuat website sendiri. Apalagi ditambah dengan banyaknya sumber referensi dan alat yang bisa didapat secara online. Memberikan peluang bagi siapa saja untuk membangun sebuah website. Kemudahan ini yang seringkali digunakan oleh para penipu online untuk mendapatkan korbannya.

Dengan modal sedikit, meluangkan sedikit waktu untuk memoles website mereka menjadi sebuah situs penawaran investasi yang terlihat bonafit, mereka mampu mengpengaruhi calon investor untuk ambil bagian. Dan faktanya, terkadang tampilan website mereka seringkali asal-asalan, cuma karena dipoles sedemikian rupa dengan menambahkan iming-iming berupa peluang keuntungan yang besar dalam waktu singkat, banyak orang yang masih saja terkecoh.

Tapi apakah setiap situs penipuan investasi online selalu memiliki tampilan yang biasa-biasa saja dan terkesan asal-asalan? Meskipun secara umum begitu, tapi pada kenyataannya banyak juga website yang punya tampilan bagus ternyata penipu. Kalau kita tidak jeli dalam arti kita tidak mempunyai cukup informasi tentang penawaran tersebut tapi kita sudah terlanjur termakan bujuk rayu tawaran meraka, sudah barang tentu kita bakalan jadi korbannya.

Karena situs-situs penipu investasi terkadang juga menampilkan tautan link yang mengarah para lembaga resmi supaya terkesan bahwa mereka memang menyediakan bisnis legal. Selalu waspada pada setiap tampilan website investasi merupakan salah satu cara untuk menghindar dari penipuan. Selain itu, tanyakan juga para teman-teman yang sudah tahu tentang situs tersebut. Apakah menipu atau tidak. Gali informasi sebanyak-banyaknya sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

2. Gunakan Akal Sehat

Para penipu tersebut sangat paham betul akan keserakahan dan keinginan setiap orang untuk mendapat untung yang besar dalam waktu singkat. Maka tak heran kalau mereka seringkali menjadikan sesuatu yang sangat muluk. Biasanya mereka akan menggunakan message board, email spam, dan  surat-surat elektronik lainnya untuk mengiming-imingi kita dengan janji yang kebanyakan memang tidak masuk akal.

Pernah cek email dan ternyata ada beberapa email yang memberi tahukan kita bahwa kita adalah pemenang undian? Atau ada tawaran bisnis dari orang Nigeria? Nah, hal-hal semacam itu adalah salah satu bentuk penipuan yang sampai sekarang ini masih saja terjadi. 

Cara terbaik untuk menghindar dari tawaran-tawaran yang tidak masuk akal tersebut adalah “selalu gunakan akal sehat kita”.

Tak perduli seberapa banyak pengetahuan kita tentang bisnis online, dan seberapa yakin kita pada tawaran investasi online tersebut, yang terpenting jangan sampai kita gegabah. Semua jenis investasi yang mengiming-imingi hasil yang fantastik, tentunya patut kita curigai bukan? Jika tampak menggiurkan untuk menjadi kenyataan, patut kita curigai!

3. Manfaatkan Internet

Memang tidak semua yang kita baca tentang penawaran investasi di internet itu palsu dan menyesatkan. Banyak informasi yang bisa kita peroleh secara online, misal tentang detail perusahaan/emiten tertentu. Disitu kita bisa lihat berbagai laporan mengenai kinerja perusahaan tersebut.

Intinya, dengan memanfaatkan internet kita bisa menggali berbagai informasi terkait perusahaan yang menawarkan investasi online. Kita lakukan cross check dengan melihat data-data resmi yang di release oleh situs-situs lembaga resmi. Apakah perusahaan tersebut benar-benar terdaftar secara legal.

4. Hubungi Regulator Investasi

Jika kita berminat untuk melakukan investasi online pada perusahaan tertentu, periksa apakah ada keluhan-keluhan yang disampaikan oleh para investornya. Kita cari informasi terkait dengan cara mengontak bagian regulator investasi, apakah track record perusahaan tersebut baik atau buruk. Atau pernah ada berita-berita miring yang terkait dengan perusahaan itu. Cek di Bapepam-LK, Bappebti, atau PPATK.

5. Lakukan Penelitian Secara Fundamental

Kalau satu perusahaan investasi telah melewati tahapan penyelidikan dari poin 1-4, langkah yang sangat menentukan adalah dengan cara lebih serius untuk melakukan penelitian/riset secara fundamental. Coba cari informasi tentang laporan keuangan perusahaan tersebut, kemudian lakukan analisa.

Cari informasi tentang siapa-siapa saja yang ada dalam jajaran direksinya. Misal, apabila berusahaan tersebut mengklaim bahwa mereka adalah pemasok tersebesar suatu produk ke seluruh toko yang ada di negara kita, cari tahu siapa saja yang dipasok dan pastikan bahwa klaim mereka memang benar adanya.

Kerahkan semua upaya kita untuk mempelajari lebih banyak tentang perusahan tersebut. Tentu saja hal ini bakalan memakan banyak waktu dan merepotkan bukan? Nah, ga mau repot, lupakan investasi tersebut. Mendingan beli reksadana dan serahkan semua urusan investasi kita ke manajer investasi 😀 Nah penjabaran di atas tentu memberi gambaran yang sangat jelas bukan? Bahwa berinvestasi pastinya membutuhkan usaha. Tidak ada yang namanya jalan pintas, tapi banyak perangkap dan penipuannya. Untuk menghindari penipuan investasi online, jangan pernah membuat keputusan investasi hanya berdasarkan informasi yang dipaparkan oleh perusahaan yang menawarkan. Cari tahu informasinya sebanyak mungkin!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post 3 Jenis Propektus Perusahaan
Next post Rasio Keuangan Dalam Analisis Fundamental oleh Ellen May