Belajar Mencari Peluang Bisnis Di Indonesia

Mencari sebuah peluang bisnis di Indonesia gampang-gampang susah. Gampang kalau kita sudah tahu target market apa yang potensial dan masih sedikit saingan di bidang itu. Susah kalau kita maunya ngejar trend bisnis yang memang padat saingan. Lantas seperti apa yang sebenarnya cocok untuk dilakukan? Jawabannya kembali kepada calon pebisnis itu sendiri. Ada beberapa tips yang bisa dijadikan ukuran apakah sebuah bisnis itu cocok atau sebaliknya. Berikut tipsnya : 

  1. Modal

Modal setiap orang sangatlah relatif ketika pertama kali mereka terjun di sebuah bisnis. Untuk yang bermodal besar, tentu saja memilih jenis usahanya lebih banyak pilihan dan bidang yang bisa dilihat.tinggal masalah taste saja lebih cocok dimana. Sedangkan bagi mereka yang memiliki penghasilan yang pas-pasan, pilihan yang tersedia tidak terlalu banyak tapi tetap ada dan memiliki potensi income yang patut digarap.

Bisnis dengan modal kecil bukanlah bisnis sepele. Dan bagi siapa saja yang saat ini sedan g menjalani bisnis ini, kerja keras dan kesungguhan adalah modal yang terbesar. Kerja keras untuk membangunnya bahkan saking kerasnya, banyaj yang tidak tahan. Halangan dan rintangan yang dihadapi tak kalah sedikit dibandingkan bisnis dengan modal besar. Biasanya bisnis modal kecil seperti adalah tipikal bisnis membangun aset contoh adalah emas. Hasilnya tidak bisa dipetik dalam waktu singkat tapi PASTI kelihatan hasilnya setelah beberapa waktu investasi itu berkembang.

  • Waktu

Kebasan waktu dan sedikit waktu yang dimiliki untuk mengerjakan setiap bisnis di sela-sela aktifitas rutin menjadi hal yang patut diperhitungkan. Walaupun ada yang secara ekstrem mengatakan untuk mengambil pensiun dini ataupun resign dari kantor untuk wiraswasta. Menurut saya pribadi, dengan memiliki income yang cukup dari sampingan justru akan membuat pekerjaan yang saat ini dilakukan menjadi sangat nyaman untuk tetap ditekuni . Kepastian dan kemapanan hidup yang telah dirasakan akan menciptakan peace of mind.

  • BEP

Kepastian balik modal dalam jangka waktu tertentu adalah hal yang lumrah dan menjadi syarat untuk menarik investor atau untuk mendapatkan tambahan dana dari bank. Semakin cepat semakin baik. Biasanya BEP terjadi dalam rentang waktu bulan. Ada yang 6 bulan sudah BEP ada yang 12 bulan dan berbagai macam jenisnya. Salah satu contoh usaha yang menawarkan hal semacam ini adalah franchise. Setiap franchise selalu memberika estimasi waktu berapa lama investor akan mendapatkan BEP ketika mereka memutuskan untuk join disitu. Jadi pastikan untuk mengetahui waktu BEP ini ketika akan melakukan usaha dan setelah itu tetap memberikan income yang “cukup”.

  • Kelangsungan

Keberlangsungan usaha untuk jangka waktu yang lama sangatlah penting. Untuk usaha semacam franchise, mereka menawarkan kontrak awal sekitar 5 tahun. Sedangkan apabila membuka usaha sendiri, memastikan kelangsung usaha sama artinya dengan memastikan produk diterima dengan baik oleh konsumen dan itu artinya inovasi secara terus-menerus.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous post Belajar Dari Histori Untuk Persiapkan Dana Pensiun
Next post Bingung Pilih Investasi Saham Atau Obligasi?